Breaking News

MACAM ALAT TRANSPORTASI ANGKAT DAN ANGKUT DI PABRIK INDUSTRI


Alat transportasi yang berada di dalam sebuah pabrik industri adalah alat angkat dan alat angkut yang berfungsi untuk mengangkat atau mengangkut barang - barang yang berhubungan dengan produksi baik itu matrial produksi, mesin produksi maupun barang - barang penunjang produksi lainnya.

Dengan adanya alat angkat dan angkut di dalam sebuah pabrik industri adalah untuk menunjang mobilisasi proses produksi sehingga lebih efisien, safety dan tidak terjadi loss time dalam aktifitas produksi.

Walaupun alat angkat dan angkut tersebut beroperasi di dalam lingkungan sebuah pabrik industri bukan berarti tidak ada peraturan atau tata tertib dalam mengoperasikan alat angkat dan angkut tersebut bagi seorang operator alat transportasi.

Berikut adalah contoh peraturan dalam mengoperasikan alat angkat dan angkut di dalam lingkungan pabrik industri :
  • Operator yang mengoperasikan alat angkat dan angkut harus mempunyai Surat Izin Mengoperasikan alat transportasi sesuai legalitas dari perusahaan setempat.
  • Operator atau pengendara harus menggunakan alat pelindung diri seperti Helm, Sepatu safety, safety belt.
  • Kecepatan maximal dalam berkendara 5 - 10 km/jam.
  • Pada waktu berkendara kondisi lampu alat angkat dan angkut harus menyala.
  • Pada waktu berkendara kondisi sirine alat angkat dan angkut harus di bunyikan.
  • Dalam membawa beban barang harus memenuhi standart operasional menurut alat angkat dan angkut tersebut atau tidak melebihi dari beban maximal.
  • Pada saat berjalan menurun curam maka posisi alat angkat dan angkut harus jalan mundur untuk menghindari beban barang merosot.
  • Pada saat  berjalan naik tanjakan maka posisi alat angkat dan angkut harus jalan maju.
  • Pada saat di perempatan jalan, kondisi alat angkat dan angkut harus berhenti sebentar untuk memastikan kondisi kanan , kiri dan depan aman untuk melintas.

Adapun untuk macam alat transportasi atau alat angkat angkut yang beroperasi di dalam pabrik industri adalah sebagai berikut :

1) FORKLIFT.

Forklift adalah alat transportasi jenis alat angkat dan angkut yang berfungsi untuk mengangkat dan mengangkut barang baik berat maupun ringan, besar maupun kecil untuk di pindah posisikan dari tempat satu ke tempat yang lainya sesuai kebutuhan.

Bagian utama yang di miliki oleh sebuah forklift adalah garpu atau fork yang berada di bagian depan yang bisa bergerak naik turun, geser kanan kiri dan gerak jungkit atas bawah membentuk sudut.

Garpu atau fork berfungsii sebagai tempat bertumpunya barang atau benda atau tempat untuk mengangkat atau mengangkut barang atau benda.

 Cara mengoperasikan forklift adalah sebagai berikut :
  • Sebelum mengoperasikan forklift gunakan dahulu secara lengkap alat pelindung diri seperti helm dan sepatu safety.
  • Naik atau masuk ke jok forklift dari sebelah kiri kemudi, karena posisi tuas operasi di sebelah kanan kemudi sehingga pada saat masuk ke jok forklift tidak mengenai tuas operasi forklift.
  • Pasang atau gunakan safety belt secara benar.
  • Hidupkan mesin forklift.
  • Nyalakan lampu - lampu mesin forklift sesuai kebutuhan seperti lampu penerangan dan lampu indikasi fork lift beroperasi atau sirine.
  • Operasikan dan atur tuas sesuai kebutuhan.
  • Lepas hand rem.
  • Operasikan fork lift sesuai kebutuhan.
Hal - hal yang perlu di lakukan sebelum mengoperasikan fork lift adalah sebagai berikut :
  • Check kondisi tekanan angin ban.
  • Check kondisi air accu.
  • Check fungsi dari klakson.
  • Check fungsi rem kaki dan hand rem
  • Check kondisi safety belt berfungsi atau tidak.
  • Check kondisi isi bahan bakar cukup atau tidak.
  • Check kondisi fungsi lampu - lampu panel dash board indikasi ada abnormal atau tidak.
  • Check kondisi fungsi lampu - lampu  penerangan, lampu sein kanan kiri, lampu rem dan lampu indikasi sirine berfungsi atau tidak.
  • Check kondisi tuas operasi bisa berfungsi atau tidak.
  • Check secara keseluruhan mesin dari segi kebocoran part dan kebersihan area kendaraan. 
Macam - macam forklift berdasar sumber energi adalah sebagai berikut :

a) Fork Lift Konvensional

Fork lift ini menggunakan bahan bakar bensin untuk menciptakan energi melalui proses pembakaran di ruang bakar mesin.

Spesifikasi fork lift jenis konvensional adalah sebagai berikut :
  • Untuk bisa beroperasi fork lift ini mempunyai mesin dengan menggunakan bahan bakar berupa bensin.
  • Mempunyai part lebih banyak sehingga cenderung membutuhkan spare part yang banyak juga.
  • Membutuhkan perawatan intensif terhadap mesin seperti inspeksi dan service bulanan.
  • Cenderung menimbulkan polusi udara dari asap proses pembakaran bahan bakar di dalam mesin.
  • Menggunakan gigi transmisi percepatan. 
  • Membutuhkan supply bahan bakar berupa bensin setiap beroperasi, sehingga ada tambahan cost pengeluaran.

b) Fork Lift Electrik

Fork Lift ini menggunakan sumber energi berupa listrik yang di konsumsi melalui batere accu.

Spesifikasi fork lift jenis elektrik adalah sebagai berikut ;
  • Menggunakan sumber energi utama berupa battere accu.
  • Mempunyai part mesin yang cenderung lebih simple dan sedikit.
  • Tidak terlalu membutuhkan perawatan yang terlalu intensif.
  • Tidak menimbulkan polusi lingkungan berupa asap, karena tidak mempunyai proses pembakaran.
  • Tidak mempunyai gigi transmisi percepatan.
  • Tidak membutuhkan bahan bakar untuk beroperasional.
  • Energi battere bisa di charge ulang untuk menciptakan power yang maximal.
Jenis fork lift di lihat dari kekuatan angkat beban bervariasi  dari 1.5 Ton, 2Ton, 3Ton dan seterusnya sampai sesuai kebutuhan dari pabrik industri untuk kebutuhan aktifitas sehari - harinya.

Agar kondisi Fork lift selalu maximal dan fit maka selalu lakukan service berkala yang rutin serta lakukan inspeksi yang kontinue sesuai jadwal yang sudah di tetapkan.Selalu lakukan perawatan dan pemeliharaan secara fisik dan pemakaian.

Baca Juga Tugas dan Tanggung Jawab Operator Forklift.

2) PRATA.

Prata adalah alat transportasi jenis alat angkat dan angkut yang berfungsi untuk mengangkat dan mengangkut barang baik berat maupun ringan, besar maupun kecil untuk di pindah posisikan dari tempat satu ke tempat yang lainya sesuai kebutuhan

Secara fungsi prata mempunyai fungsi yang sama dengan fork lift, Namun mempunyai segi perbedaan dari bentuk fisik dan cara pengoperasiannya, serta jangkauan area kerjanya.
Sebagaimana halnya fork lift, prata juga mempunyai garpu atau fork sebagai alat pokok yang di miliki untuk media mengangkat benda atau barang dan juga untuk mengangkut barang produksi atau non produksi.

Adapun cara mengoperasikan alat angkat dan angkut prata adalah sebagai berikut :
  • Sebelum mengoperasikan Prata gunakan dahulu secara lengkap alat pelindung diri seperti helm dan sepatu safety.
  • Naik atau masuk ke jok Prata dari sebelah belakang kanan.
  • Hidupkan atau ONkan mesin prata dengan kunci kontak.
  • Nyalakan lampu - lampu mesin prata sesuai kebutuhan seperti lampu penerangan dan lampu indikasi prata beroperasi atau sirine.
  • Operasikan dan atur tuas sesuai kebutuhan.
  • Operasikan prata sesuai kebutuhan.
Hal - hal yang perlu di lakukan sebelum mengoperasikan mesin prata adalah sebagai berikut :
  • Check kondisi roda - roda ada yang abnormal atau tidak.
  • Check kondisi air accu.
  • Check fungsi klakson.
  • Check kondisi fungsi lampu - lampu panel dash board indikasi ada abnormal atau tidak.
  • Check kondisi fungsi lampu - lampu  penerangan, lampu sein kanan kiri, lampu rem dan lampu indikasi sirine berfungsi atau tidak.
  • Check kondisi tuas operasi bisa berfungsi atau tidak.
  • Check secara keseluruhan mesin dari segi kebocoran part dan kebersihan area kendaraan. 
Adapun Spesifikasi dari alat angkat dan angkut jenis prata adalah sebagai berikut ;
  • Menggunakan sumber energi utama berupa battere accu.
  • Mempunyai part mesin yang cenderung lebih simple dan sedikit.
  • Tidak terlalu membutuhkan perawatan yang terlalu intensif.
  • Tidak menimbulkan polusi lingkungan berupa asap, karena tidak mempunyai proses pembakaran.
  • Tidak mempunyai gigi transmisi percepatan.
  • Tidak membutuhkan bahan bakar untuk beroperasional.
  • Energi battere bisa di charge ulang untuk menciptakan power yang maximal.
  • Mempunyai radius putar yang lebih sempit dan kecil.
  • Mempunyai kapasitas beban angkat 1Ton, 1.5Ton, 2Ton, Dan seterusnya sesuai kebutuhan pabrik.
Agar kondisi Prata selalu maximal dan fit maka selalu lakukan service berkala yang rutin serta lakukan inspeksi yang kontinue sesuai jadwal yang sudah di tetapkan.Selalu lakukan perawatan dan pemeliharaan secara fisik dan pemakaian.

3) MOTORA.

Motora adalah salah satu alat transportasi di dalam pabrik yang membantu mobilitas proses produksi yang berfungsi untuk memindahkan obyek produksi dengan cara menarik atau mendorong barang atau benda.

Adapun cara mengoperasikan motora adalah sebagai berikut :
  • Sebelum mengoperasikan motora gunakan dahulu secara lengkap alat pelindung diri seperti helm dan sepatu safety.
  • Naik atau masuk ke jok motora dari sebelah kiri kemudi, karena posisi tuas hand rem dan pedal rem di sebelah kanan kemudi sehingga pada saat masuk ke jok motora tidak mengenai tuas hand rem dan pedal rem.
  • Hidupkan atau ONkan mesin motora dengan kunci kontak.
  • Nyalakan lampu - lampu mesin motora sesuai kebutuhan seperti lampu penerangan dan lampu indikasi motora beroperasi atau sirine.
  • Lepas hand rem.
  • Operasikan motora sesuai kebutuhan.
Hal - hal yang perlu di lakukan sebelum mengoperasikan mesin motora adalah sebagai berikut :
  • Check kondisi tekanan angin ban.
  • Check kondisi air accu.
  • Check fungsi klakson.
  • Check fungsi dari rem kaki dan rem tangan. 
  • Check kondisi fungsi lampu - lampu panel dash board indikasi ada abnormal atau tidak.
  • Check kondisi fungsi lampu - lampu  penerangan, lampu sein kanan kiri, lampu rem dan lampu indikasi sirine berfungsi atau tidak.
  • Check secara keseluruhan mesin dari segi kebocoran part dan kebersihan area kendaraan. 
Melihat dari fungsi utama motora yaitu menarik dan mendorong barang atau benda maka secara otomatis mesin motora di lengkapi bracket dudukan untuk menarik di bagian belakang body motora dan di pasang bracket cover besi di bagian depan motora.

Macam - macam motora berdasar sumber energi adalah sebagai berikut :

a) Motora Konvensional

Motora ini menggunakan bahan bakar bensin untuk menciptakan energi melalui proses pembakaran di ruang bakar mesin.

Spesifikasi motora jenis konvensional adalah sebagai berikut :
  • Untuk bisa beroperasi motora ini mempunyai mesin dengan menggunakan bahan bakar berupa bensin.
  • Mempunyai part lebih banyak pada block mesin sehingga cenderung membutuhkan spare part yang banyak juga.
  • Membutuhkan perawatan intensif terhadap mesin seperti inspeksi dan service bulanan.
  • Cenderung menimbulkan polusi udara dari asap proses pembakaran bahan bakar di dalam mesin.
  • Membutuhkan supply bahan bakar berupa bensin setiap beroperasi, sehingga ada tambahan cost pengeluaran.

b) Motora Electrik

Motora ini menggunakan sumber energi berupa listrik yang di konsumsi melalui batere accu.

Spesifikasi motora jenis elektrik adalah sebagai berikut ;
  • Menggunakan sumber energi utama berupa battere accu.
  • Mempunyai part mesin yang cenderung lebih simple dan sedikit.
  • Tidak terlalu membutuhkan perawatan yang terlalu intensif.
  • Tidak menimbulkan polusi lingkungan berupa asap, karena tidak mempunyai proses pembakaran.
  • Tidak membutuhkan bahan bakar untuk beroperasional.
  • Energi battere bisa di charge ulang untuk menciptakan power yang maximal.
Agar kondisi Motora selalu maximal dan fit maka selalu lakukan service berkala yang rutin serta lakukan inspeksi yang kontinue sesuai jadwal yang sudah di tetapkan.Selalu lakukan perawatan dan pemeliharaan secara fisik dan pemakaian.

4) HAND LIFT.

Hand Lift adalah jenis alat angkat dan angkut yang di gunakan untuk memindahkan obyek yang berhubungan dengan produksi dengan cara mendorong atau menarik.

Sumber energi utama dari hand lift adalah menggunakan battere accu yang setiap saat bisa di charge ulang untuk menambah power energi.
Macam bentuk hand lift ada yang mempunyai jok atau area duduk untuk operator dan ada juga yang tidak menggunakan jok untuk duduk operator.

Adapun cara mengoperasikan Hand Lift adalah sebagai berikut :
  • Sebelum mengoperasikan hand lift gunakan dahulu secara lengkap alat pelindung diri seperti helm dan sepatu safety.
  • Naik atau masuk ke jok hand lift dari sebelah belakang kemudi khusus untuk hand lift yang mempunyai jok operator.
  • Hidupkan atau ONkan mesin hand lift dengan kunci kontak.
  • Nyalakan lampu - lampu mesin hand lift sesuai kebutuhan seperti lampu penerangan dan lampu indikasi motora beroperasi atau sirine.
  • Operasikan hand lift sesuai kebutuhan.
Hal - hal yang perlu di lakukan sebelum mengoperasikan mesin hand lift adalah sebagai berikut :
  • Check kondisi roda - roda ada yang rusak atau tidak.
  • Check kondisi air accu.
  • Check fungsi klakson.
  • Check ON off kunci kontak.
  • Check fungsi push bottom emergency mesin.
  • Check kondisi fungsi lampu - lampu panel dash board indikasi ada abnormal atau tidak.
  • Check kondisi fungsi lampu - lampu  penerangan, lampu sein kanan kiri, lampu rem dan lampu indikasi sirine berfungsi atau tidak.
  • Check secara keseluruhan mesin dari segi kebocoran part dan kebersihan area kendaraan. 
Agar kondisi Hand Lift selalu maximal dan fit maka selalu lakukan service berkala yang rutin serta lakukan inspeksi yang kontinue sesuai jadwal yang sudah di tetapkan.Selalu lakukan perawatan dan pemeliharaan secara fisik dan pemakaian.

5) CRANE.

Crane adalah salah satu alat angkat yang di gunakan oleh sebuah pabrik yang berfungsi untuk mengangkat benda - benda berat dari area di salah satu tempat yang tidak bisa di jangkau oleh alat angkat lainnya seperti fork lift dan prata.

Crane di operasikan atau di gerakkan oleh mesin diesel yang berbahan bakar solar sehingga crane cenderung mempunyai tenaga yang kuat dan besar.
Crane mempunyai lengan yang panjang dan kuat untuk mengangkat benda yang posisinya jauh dari mesin crane itu sendiri.

Mesin crane atau lengan crane berdiri atau menyatu dengan mobil crane sehingga satu unit mesin terdiri dari crane dan mobil transportasi.

Adapun cara mengoperasikan mobil crane unit adalah sebagai berikut :
  • Sebelum mengoperasikan Mobil Crane gunakan dahulu secara lengkap alat pelindung diri seperti helm dan sepatu safety.
  • Hidupkan atau ONkan mesin mobil crane dengan kunci kontak.
  • Nyalakan lampu - lampu mesin mobil crane sesuai kebutuhan seperti lampu penerangan dan lampu indikasi mobil crane beroperasi atau sirine.
  • Lepas hand rem.
  • Operasikan mobil crane ke lokasi crane akan di gunakan.
  • Parkir mobil crane di area pengerjaan.
  • Pasang police line di sekitar radius kerja mobil crane agar pekerja lain tidak tertabrak oleh gerak radius crane unit.
  • Operasikan Crane Unit sesuai kebutuhan pekerjaan.
Hal - hal yang perlu di lakukan sebelum mengoperasikan mesin mobil crane adalah sebagai berikut :
  • Check kondisi tekanan angin ban.
  • Check kondisi air accu.
  • Check Volume Bahan bakar.
  • Check level oli hydrolik penggerak crane unit.
  • Check fungsi klakson.
  • Check fungsi dari rem kaki dan rem tangan. 
  • Check kondisi fungsi lampu - lampu panel dash board indikasi ada abnormal atau tidak.
  • Check kondisi fungsi lampu - lampu  penerangan, lampu sein kanan kiri, lampu rem dan lampu indikasi sirine berfungsi atau tidak.
  • Check tuas - tuas pergerakan crane unit sesuai fungsinya.
  • Check secara keseluruhan mesin dari segi kebocoran part dan kebersihan area kendaraan. 
Agar kondisi Mobil crane unit selalu maximal dan fit maka selalu lakukan service berkala yang rutin serta lakukan inspeksi yang kontinue sesuai jadwal yang sudah di tetapkan.Selalu lakukan perawatan dan pemeliharaan secara fisik dan pemakaian.

Demikian ulasan tentang alat transportasi atau alat angkat dan alat angkut di pabrik industri.



No comments